Mengenal Disfungsi Ereksi dan Hal-hal yang Menyebabkannya

  • Whatsapp
Mengenal-Disfungsi-Ereksi-dan-Hal-hal-yang-Menyebabkannya
Foto dari Canva Pro

Pengetahuan mengenai berbagai penyakit dan penyebabnya dapat Anda pelajari melalui direktori penyakit SehatQ yang membahas mengenai berbagai jenis penyakit, penyebab, dan cara mengatasi atau mengobatinya. Pada kesempatan kali ini akan dibahas mengenai salah satu masalah atau penyakit seksual yang biasanya diderita oleh pria berusia 40 tahun ke atas, yaitu disfungsi ereksi.

Keadaan ini memang tidak akan membahayakan nyawa penderita, tapi mampu mengganggu keharmonisan kehidupan penderita maupun pasangannya. Sebab disfungsi ereksi merupakan kondisi saat penis tidak dapat mempertahankan ereksi atau tidak mampu melakukan ereksi sama sekali. Penyakit ini juga dikenal dengan lemah syahwat yang secara perlahan-lahan akan mengikis gairah seksual.

Mengenal Penyakit Disfungsi Ereksi

Penyakit disfungsi ereksi tidak akan membahayakan nyawa penderitanya, tapi akan sangat mengganggu kehidupan seksual penderita sehingga bisa saja menyebabkan gangguan mental yang berujung pada kematian. Memiliki pengetahuan mengenai masalah disfungsi ereksi ini penting sangat penting, terutama yang telah dewasa dan berkeluarga. Berikut beberapa hal penting mengenai disfungsi ereksi:

1. Penyebab Disfungsi Ereksi

Penyakit ini bisa disebabkan oleh berbagai hal. Mulai dari gaya hidup sembarangan yang tidak mendukung pola hidup sehat, gangguan psikologis, hingga efek samping obat.

Gangguan ereksi bisa disebabkan karena terjadinya cidera pada organ reproduksi, tulang belakang, panggul, atau kandung kemih. Konsumsi obat-obatan seperti anti alergi, obat penenang, antihipertensi, atau antidepresan juga bisa menjadi penyebab yang pelan-pelang mempengaruhi kemampuan ereksi pada pria.

Selain itu, penyakit seperti stroke, epilepsi, obesitas, penyakit jantung, diabetes, gangguan hormon tiroid, penyakit alzheimer, dan beberapa penyakit lain juga bisa menjadi penyebab masalah disfungsi ereksi ini.

2. Diagnosis Disfungsi Ereksi

Sebelum mengkategorikan sebuah penyakit dalam direktori penyakit tertentu tentu perlu dilakukan diagnosis. Berikut beberapa langkah pengetesan yang dilakukan:

  • Pemeriksaan hormon

Seorang pasien yang mengalami disfungsi ereksi sebaiknya melakukan pemeriksaan hormon testosteron dan luteinizing hormone (LH) untuk mengetahui penyebab dari terjadinya permasalahan ini.

  • Pemeriksaan USG duplex

Pemeriksaan USG duplex juga dibutuhkan untuk memeriksa aliran darah pada penis, maka akan diketahui apabila ada permasalahan seperti aterosklerosis yang menjadi penyebab disfungsi ereksi.

  • Pemeriksaan sensitivitas kulit

Pemeriksaan ini biasanya dilakukan setelah kedua pemeriksaan di atas. Sebab penting untuk mengetahui apakah permasalahan ereksi disebabkan karena adanya peningkatan rangsangan getar pada bagian alat vital.

3. Gejala Impotensi

Gejala yang umum terjadi pada pasien disfungsi ereksi adalah ketidakmampuan ereksi yang terjadi reguler dan berulang atau ereksi yang tidak mampu bertahan dalam waktu lama.

4. Pengobatan

Untuk menentukan pengobatan, terlebih dahulu harus diketahui apa yang menyebabkan disfungsi ereksi terjadi. Olahraga teratur menjadi hal yang pertama disarankan dokter pada pasien yang menderita penyakit ini. Karena sangat efektif dalam mencegah disfungsi ereksi.

Apabila penyebabnya adalah kebiasaan buruk pasien yaitu merokok, maka pertama-tama pasien harus berhenti merokok. Kemudian akan diberikan obat phosphodiesterase inhibitor untuk meningkatkan aliran darah ke penis. Obat ini bisa dibeli bebas di apotek. Namun, lebih disarankan untuk melakukan konsultasi dengan ahlinya sebelum penggunaan.

Sildenafil, vardenafil, dan tadalafil merupakan beberapa obat lain yang tersedia di pasaran untuk disfungsi ereksi. Dapat juga diberikan salep pada kulit sebagai salah satu alternatif pengobatan. Cara lainnya adalah dengan menyuntikkan obat alprostadil sebelum melakukan hubungan seksual.

Menangani impotensi yang terpenting adalah mengetahui penyebabnya terlebih dahulu sehingga bisa menggunakan metode yang tepat. Sebaiknya, lakukan konsultasi sebelum menggunakan metode pengobatan sehingga tidak terjadi hal tak diinginkan. Ingin tahu lebih banyak mengenai direktori penyakit dan cara pengobatannya, Anda bisa berkunjung ke situs SehatQ. Berbagai informasi kesehatan menyeluruh dan konsultasi dokter tersedia gratis.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *