Mengenal 5 Fakta dan Sejarah Permen Mint Davos

  • Whatsapp
Mengenal-5-Fakta-dan-Sejarah-Permen-Mint-Davos
Foto dari jogja.tribunnews.com

Permen peppermint menjadi andalan banyak orang karena sensasi rasa yang segar dan melegakan tenggorokan. Jangan heran kalau orang yang bepergian lebih suka membawa permen mint untuk mengatasi mual saat berada di perjalanan. Salah satu merek permen mint yang disukai masyarakat Indonesia adalah permen Davos. Citarasa permen yang tidak terlalu pedas terasa pas di lidah orang Indonesia.

Buat Anda yang suka mengkonsumsi permen peppermint, wajib tahu mengenai fakta dan sejarah permen fenomenal di Indonesia berikut!

1. Permen mint pertama

Konon permen yang bisa melegakan tenggorokan kering dan gatal ini telah diproduksi sejak masa penjajahan Belanda. Sang pemilik yang mendirikan pabrik permen bernama Siem Kie Djian pada tanggal 28 Desember 1931. Kini pabrik masih eksis dengan nama PT Slamet Langgeng dilanjutkan oleh sang cucu buyut, Nicodemus.

2. Lokasi dan bangunan pabrik tidak berubah

Permen Davos yang melegenda memang memiliki pangsa pasar tersendiri. Konsumen loyal terus saja membeli produk permen peppermint legendaris ini. Fakta mengejutkan bahwa lokasi dan bangunan pabrik tidak berubah sejak dibangun pertama kali, lho! Jalan Ahmad Yani 67, Kandang Gampang, Kecamatan Purbalingga, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah merupakan lokasi pabrik permen hingga sekarang. Bangunan pabrik juga tidak banyak berubah sejak tahun 1931 karena dibangun dengan tembok yang tebal dan kokoh.

3. Memiliki berbagai produk lain

Selain memproduksi permen dengan merek Davos, PT Slamet Langgeng juga membuat aneka produk lain. Sang pendiri membuat permen mint dengan nama Kresna dan minuman limun yang cukup digandrungi masyarakat sekitar Purbalingga. Sampai sekarang kembang gula Davos merupakan permen pertama dan utama yang sukses dan melegenda di hati masyarakat.

4. Sempat mengalami pasang surut perusahaan

Davos memiliki pangsa pasar besar di Jawa Tengah dan Yogyakarta bahkan merambah impor meskipun dilakukan oleh perseorangan. Kesuksesan permen peppermint pernah berada di atas puncak pada tahun 1933-1937. Meskipun pada awal pemasaran, sang pemilik hanya mengandalkan gerobak sapi untuk memasarkan produk.

Bukan berarti Davos tidak pernah mengalami masa suram, lho! Kedatangan imperialis Jepang membuat PT Slamet Langgeng mengalami masa sulit. Produk Davos terjun bebas di pasaran dan bangkit kembali setelah Indonesia Merdeka tahun 1945. Sempat berganti nama menjadi PT. Purbasari & co tahun 1959, namun kembali menjadi PT Slamet Langgeng & co pada tahun 1961.

5. Makna nama permen dan perusahaan

Permen Davos diambil dari nama Gunung Davos di Swiss yang berhawa sejuk sehingga cocok untuk menggambarkan rasa peppermint yang dingin. Sedangkan nama perusahaan PT Slamet Langgeng diambil dari Gunung Slamet di Purbalingga, sedangkan Langgeng memiliki makna abadi. Benar-benar permen yang melegenda abadi, ya?

Fakta menarik lain seputar Davos adalah tidak mengalami perubahan bentuk dan kemasan sejak pertama diluncurkan. Satu roll permen berisi 10 butir ukuran 22 milimeter dengan rasa yang masih sama. Mempertahankan kualitas menjadi salah satu cara bertahan ditengah persaingan yang semakin ketat. Bahkan karyawan yang bekerja di perusahaan telah turun temurun sehingga solidaritas kekeluargaan begitu rasa. Bisa saja kekuatan solid membuat perusahaan akan terus eksis sampai nanti, ya!

Yuk, coba nikmati permen Davos asli Indonesia yang telah ada sejak masa imperialisme! Anda bisa mendapatkan produk permen peppermint dengan harga murah meriah. Menikmati produk lokal bermakna Anda ikut membangun perekonomian dalam negeri. Bagi Anda yang berdomisili di luar Jawa Tengah dan Yogyakarta, dapatkan produk Davos secara online yang mudah, praktis dan terjangkau.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *